Membawa Kebahagiaan Bersama Bakmie Chong Sim

2017 sudah berjalan 47 hari dan saya masih kesulitan menemukan waktu yang pas untuk menulis kembali. Sebenarnya sudah banyak materi yang menunggu untuk ditulis, namun apa daya, terbawa euphoria liburan dan pekerjaan yang menumpuk memaksa saya harus menunda lama untuk menulis kembali.

Namun tenang! Satu per satu akan saya tulis. Dimulai dengan yang satu ini, kita kembali sejenak ke bulan Desember 2016…

Percayalah, saya sudah sering makan mie babi mulai dari mie siantar, mie medan, dan yang lain-lain, tapi belom pernah semasif ini rasanya.

Minggu malam di pertengahan bulan Desember 2016, saya bersama rekan-rekan menuju kawasan Mangga Besar untuk mencicipi bakmie favorit saya. Sejujurnya ini bukan pertama kali saya pergi kesini, namun kali ini saya ingin mengajak teman-teman saya untuk berbagi kelezatan melalui hidangan ini.

Perjalanan malam itu sebenarnya lebih kepada menepati janji saya kepada seorang teman bahwa saya akan mengajak beliau makan disitu. Kebetulan beliau adalah seorang Pendeta muda yang beberapa hari kedepan akan pergi menuju Belitung tempat dia ditugaskan. Jadi hitung-hitung sekalian farewell lah..

Kalau saya tidak salah, kami pergi dengan membawa sekitar 3 mobil. Ya, sebanyak itu memang, karena saya juga sudah berkoar bahwa bakmi ini sangat enak layaknya seorang sales marketing yang mempromosikan produknya.

“Bener deh, lo harus cobain bakmi satu ini. Ini beda banget dari yang lain, bener!” Kira-kira seperti itu lah kalimat persuasif yang keluar dari mulut saya.

Bukannya apa-apa, tapi saya adalah tipikal orang yang sangat jujur terhadap makanan. Jika saya mencicipi makanan dan rasanya sangat enak, saya bisa memuji habis-habisan makanan tersebut. Sungguh!

Saya pun bertanya kepada teman pendeta saya “Gimana? Enak ga?” dan dia pun menjawab “Lu kenapa  baru ngajak gue sekarang? Giliran gue udah mau berangkat baru diajak kesini…”

Bakmie Cong Sim adalah bakmie khas medan yang mengandung babi. Tidak seperti bakmie siantar atau lainnya, Cong Sim memberikan topping isian yang sangat banyak! Hal inilah yang menjadikannya sangat special bagi saya.

Akhirnya kami tiba di lokasi. Perlu diketahui bahwa tempatnya tidak terlalu besar, hanya 1 ruko. Bagi saya, memang seperti ini seninya, menikmati bakmie medan dengan kuah yang panas, ditemani tiupan kipas angin yang tidak menyejukkan, hingga kehadiran pengamen-pengamen. So, authentic!

Kami semua memesan menu yang sama, 1 porsi Bakmie Babi Cong Sim tanpa ragu-ragu. By the way, selain menjual bakmie, di tempat makan ini juga menyediakan hidangan Nasi dengan lauk pauk khas Medan yang dapat diambil secara prasmanan, seperti warteg saya kira. Sayangnya saya tidak hafal apa saja lauk yang disajikan

Dan yang ditunggu-tunggu datang juga! Sepiring bakmie babi lengkap dengan berbagai topping. Meskipun sudah berkali-kali kesini, tapi saya tidak bisa tidak kagum dengan sajian ini.

20161211_204952

Percayalah, saya sudah sering makan mie babi mulai dari mie siantar, mie medan, dan yang lain-lain, tapi belom pernah semasif ini rasanya. Mie Cong Sim menyajikan sepiring penuh mie dengan topping nya yang bermacam-macam

Seingat saya topping nya terdiri dari babi merah, babi putih, babi goreng, potongan ayam, daun bawang, bawang goreng, dan pangsit rebus 3 pcs! selama ini saya belom pernah menemukan hidangan mie ayam dengan topping sebanyak itu, yang rela memberikan 3 pcs pangsit rebus dalam satu mangkok.

20161211_205001

Saya pun bertanya kepada teman pendeta saya “Gimana? Enak ga?” dan dia pun menjawab “Lu kenapa  baru ngajak gue sekarang? Giliran gue udah mau berangkat baru diajak kesini…”

Saya dan rekan-rekan yang lain pun tertawa mendengar pernyataan dia.

Salah satu kebahagiaan sederhana bagi saya adalah ketika saya mengajak siapapun makan di sebuah tempat dan mereka menyukai dan menikmati hidangannya. Ekspresi wajah seorang manusia yang menikmati sebuah hidangan lezat itu tidak pernah bohong, raut kebahagiaan, kekaguman, dan kepuasan tercermin dengan jelas disitu.

That’s the definition of “Food bring happiness”…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ps: 1 hari sebelum keberangkatan nya menuju Belitung, beliau (re: Pendeta) tanpa sepengetahuan saya ternyata bela-belain makan di Cong Sim sebelum meninggalkan Jakarta.

Kalau sudah cinta mau bilang apa? 🙂

 

 

 

Bakmie Cong Sim “Athek”
Jl. Mangga Besar Raya No. 2J, Mangga Besar, Jakarta
Phone number: 021 623109730

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: