Iga Bakar Sejuta Umat

Restoran Iga dengan bermacam varian rasa…

 

Jumat lalu merupakan hari yang menyenangkan bagi saya. Selain karena gajian yang sudah turun (thank God!), pakbos mengajak seluruh karyawan untuk nonton bioskop bersama. Doctor Strange menjadi menu utama kami untuk menghabiskan jumat malam yang cukup dingin karena hujan yang terus turun dari siang hari.

Ternyata keberuntungan saya tidak berhenti disitu saja. Setelah nonton pakbos pun juga mengajak kami untuk makan malam. Yap! That’s what I waiting for, maklum nontonnya jam 19.00 WIB which is itu adalah jam makan malam, jadi keluar bioskop perut sudah lumayan lapar…

Oh, btw kami nonton di Setiabudi Building, Kuningan. Tempat ini memang terkenal banyak tempat makan, dan menurut saya merupakan gedung yang paling sering dijadikan meeting sambil makan karena isinya cuma tempat makan semua.

Warung Leko menjadi pilihan untuk makan malam kami. Saya tau bahwa Warung Leko memang terkenal dengan Iga nya, terutama Iga Penyet yang sudah menjadi trademark restoran ini. Jujur saja, seingat saya, saya baru sekali makan di Warung Leko, dan hari itu adalah yang kedua kalinya hehe…

Menu yang disajikan sangat beragam, mulai dari Iga, Ayam, Sop, Bebek, hingga varian Nasi dan Mie. Karena sudah jam 9 lewat, beberapa menu sudah habis. Awalnya saya ingin memesan ayam penyet, namun sayangnya yang tersedia hanya bagian dada, padahal saya adalah pecinta paha ayam yang merupakan bagian ayam yang sangat lezat dan seksi.

Akhirnya saya memesan Iga Bakar Madu (IDR 45k) karena saya yakin bahwa segala sesuatu yang dibakar dengan madu, rasanya akan sangat unik.

Tidak perlu menunggu lama, pesanan saya datang. 3 buah Iga dengan ukuran yang menurut saya cukup kecil, dibakar dengan sempurna tanpa ada sisa arang,serta dibalut dengan saus madu yang mengkilat. Jujur saja, saya cukup ragu dan skeptis ketika menu ini datang. Pertanyaan yang muncul di kepala saya ketika melihat menu ini adalah “Kira-kira kenyang gak ya makan segini?”. Tidak perlu berbohong, seenak apapun makanan, pasti anda juga berharap kenyang bukan?

Kriteria Iga yang baik menurut saya adalah, tidak butuh usaha besar untuk memotongnya dengan sendok atau garpu. Jika dengan sendok atau garpu saja sulit, bagaimana jika dikunyah? Lalu selanjutnya adalah, bumbu meresap kedalam daging. Dan terakhir yang paling penting adalah, empuk!

Well, hasilnya adalah, I am surprised with these ribs! Memang bentuknya kecil, ukurannya seperti iga yang biasa digunakan oleh ibu saya jika masak sup iga. Namun, iga nya sangat empuk! Ya, saya tidak perlu mengeluarkan usaha lebih untuk memisahkan daging dari tulang nya. Begitu juga ketika disantap, teksturnya empuk. Rahang saya tidak perlu berlelah-lelah untuk mengunyah daging ini. Sangat mudah untuk memotong dagingnya menggunakan sendok.

Bagaimana dengan rasa? Bumbu madu yang digunakan lebih terasa asam dan manis, lebih kuat di asamnya. Saya sempat kesulitan mencari dimana letak rasa madunya atau rasa manisnya. Menurut saya, seharusnya bumbu dapat meresap lebih sempurna, sehingga menyatu dengan dagingnya.

Lalu pertanyaan penting, kenyang atau tidak? Jawaban saya, pas. Tidak merasa kekenyangan, dan tidak juga masih merasa lapar. Kalau saya ditawari burger, saya masih sanggup untuk melahapnya.

Kesimpulannya, Warung Leko menyediakan Iga Bakar yang cukup lezat, bisa menjadi pilihan bagi kalian yang ingin makan Iga dengan berbagai variasi. Namun, harga IDR 45k untuk 3 buah Iga Bakar Madu berukuran cukup kecil menurut saya termasuk mahal, untung sebanding dengan rasanya yang enak dan porsinya yang pas.

Jika anda mencari restoran yang menyediakan Iga dengan berbagai variasi, Warung Leko sepertinya bisa menjadi salah satu pilihan anda.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: